Tour de Singkarak 2013


Ajang balap sepeda Tour de Singkarak yang telah diselenggarakan lima kali berturut-turut, mendapat apresiasi dari Amaury Sport Organization (ASO), penyelenggara Tour de France dan Paris Dakar Rally. "Terkejut dan senang dengan penyelenggaran Tour de Singkarak ini," ujar President ASO, Jean Etienne Amaury.

Jean menyatakan kaget melihat semangat dan kehebohan masyarakat yang menyaksikan balapan sepeda ini. "Ini pertama kali saya datang ke Sumatera Barat menghadiri Tour de Singkarak yang sudah lima kali diselenggarakan. Luar biasa," ujarnya.

Selain itu, Jean juga terkejut dengan pesona keindahan alam. "Daeran ini juga aman, sehingga even berlangsung dengan lancar," ujarnya.

Read More …


Setelah melalui adu taktik dan strategi jitu didukung kekuatan stamina yang prima, akhirnya pembalap Iran dari Tabriz Petrochemical Cycling Team (TPT), Mehdi Sohrabi sukses menjuarai etape ke-VII atau etape terakhir Tour de Singkarak (TdS) tahun 2013 yang berjarak 143,5 km dari Padang Pariaman menuju Padang Circuit Race, Minggu (9/6).

Sebanyak 83 pembalap yang ikut di etape terakhir dengan start diawali dari kantor bupati Padang Pariaman-fly over Duku-simpang DPRD Sumbar-simp.Kandang-simp.Haru-simp Lubukbegalung-pasar Bandar Buat-pasar Baru Pauh-komplek Unand-simp.Ketaping-Fly Over by pass-depan Polsek Padang Barat-jln.Samudra-simp.Pujasera-Muaro-jembatan Siti Nurbaya-simp.

Read More …


Setelah istirahat sehari, para pembalap melanjutkan etape keenam Tour de Singkarak,Sabtu, 8 Juni 2013. Mereka akan berpacu menempuh rute Kota Pariaman menuju Painan. Sebanyak 97 pembalap dari 21 tim akan start dari Pantai Gondoria, Pariaman, pukul 10.00 WIB. Salah satu pantai terkenal di kota dengan luas 73,36 kilometer persegi.

Kota ini juga dikenal dengan festival budaya tabuik, yang diselenggarakan setiap 10 Muharam kalender Islam. Selain itu, Pulau Angso Dua bisa menjadi alternatif kunjungan wisatawan. Pulau ini dikenal dengan pasir putih dan batu karangnya.

Etape ini akan dipimpin Gharder Iranagh Mizbani, Johan Coenen, Amir Kolahdozhah, dan Kristian Juell. Mereka akan mengayuh sepeda sepanjang 144,5 kilometer. Para pembalap akan melewati Kota Padang.

Read More …

Perhelatan akbar balap sepeda internasional Tour de Singkarak resmi dihelat di Sumatera Barat, Sabtu 1 Juni 2013 malam. Di Taman Jam Gadang Kota Bukittinggi-97 kilometer dari Kota Padang-Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomo Kreatif Sapta Nirwandar menabuh Gendang Tasa (Alat musik tradisional Minangkabau), yang menandakan dilounchingnya perlombaan sepeda internasional di tahun ini.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, mengatakan Tour de Singkarak merupakan paduan antara olahraga dengan promosi pariwisata dan olahraga. Dalam bentuk prestasi lomba balap sepeda internasional dengan latar keindahan alam di daerah ini. "Sehingga banyak diminati pembalap internasional," ujarnya.

Read More …


Lima kali sudah Tour de Singkarak (TdS) digelar. Iven mendunia ini diselenggarakan berikut target dan harapan. Mengutip Statemen menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Marie Elka Pangestu pada Grand Start TdS 2013, Minggu (2/6) lalu menegaskan inti dari TdS adalah peningkatan perekonomian Sumatera Barat melalui sektor pariwisata, perdagangan dan jasa perhotelan. Tak dipungkiri juga harapan untuk memacu sektor-sektor lainnya, hingga memancing masuknya investasi.

Sebagian pihak optimis, target dan harapan itu bisa dicapai. Namun sebagian lainnya menilai hal itu hanya sebatas euforia. Target dan harapan hanya sekedar "lips service" sementara TdS sendiri tidak lebih hanya sekedar iven seremonial. Bagi yang optimis, opini yang diwacanakan selalu diiringi ucapan muluk-muluk bahwa TdS telah mengangkat tingkat kunjungan wisatawan mancanegara setiap tahun.

Read More …



Pembalap Filipina, Ronnel Hualda, tampil sebagai jawara pada Tour de Singkarak [TdS] 2013 etape enam, yang diwarnai crash atau tabrakan di antara para pembalap menjelang garis finish, Sabtu (8/6/2013). Hualda memenangi balapan sejauh 144,5 km, dari Padang Pariaman- Painan, dengan catatan waktu 3 jam 30 menit 07 detik.

Sementara itu, posisi kedua diraih pembalap asal Trengganu Cycling Team, Mohd Zamri Saleh, yang ditempel Hossein Nateghi dari Trabriz Petrochemical Team, di urutan ketiga.

Read More …


Sebanyak 37 pembalap dipastikan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke etape enam Tour de Singkarak (TdS) 2013 karena berbagai hal diantaranya tidak finis pada etape-etape sebelumnya.
Antara melaporkan, dengan absennya 37 pebalap itu, maka yang bisa melanjutkan ke etape enam dari Padang Pariaman menuju Painan, Sabtu dengan jarak tempuh 144,5 km hanya 97 pebalap dari 21 tim.
Etape enam ini jika dilihat dari kondisi lintasan yang dilalui didominasi dengan lintasan datar terutama dari Padang Parimanan menuju Painan. Bahkan di jalur tersebut terdapat dua titik sprint yaitu di km 31,5 dan km 62.
Read More …













Tour de Singkarak (TdS) V/2013 memasuki etape VI, Sabtu (8/6). Etape ini akan menempuh rute Pariaman-Painan dengan jarak 144,5 kilometer.

Sekitar 100 pembalap sepeda yang tergabung dalam 21 tim dari berbagai negara ini akan memulai start pukul 10.00 WIB. Diperkirakan etape VI menghabiskan tiga hingga empat jam perjalanan.
Read More …


Pebalap sepeda dan official Tour de Singkarak (TDS) melakukan aksi sosial pelepasan ratusan anak penyu atau tukik dan penanaman pohon di Pantai Air Manis Padang, Sumatera Barat.

"Pelepasan tukik dan penanaman pohon ini merupakan kerja sama dengan program peduli Daihatsu Selamatkan Penyu untuk Indonesia dan program BNI Go Green," kata Executive Chairman Tour de Singkarak, Sapta Nirwandar di Padang, Sabtu.

Menurut dia, acara pelepasan tukik oleh para pebalap itu merupakan program istirahat hari ke-6 balap sepada TDS 2013.

Read More …

Kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2013 yang diprakarsai oleh Kemenparekraf libur selama sehari, setelah menyelesaikan lima dari tujuh etape yang telah dijadwalkan.

Etape kelima yang baru saja diselesaikan oleh semua pebalap dari 21 negara itu adalah dari Sawahlunto menuju Muara Labuh Kabupaten Solok Selatan, Kamis (6/6/13), dengan jarak tempuh 138,5 km.Di etape ini, pebalap Tabriz Petrochemical Cycling Team (TPT) Iran Amir Kolahdozhagh menjadi yang tercepat dengan waktu 03 jam 39,56 detik disusul rekan satu timnya Ghader Mizbani dengan waktu yang sama.

Posisi tiga, Oscar Pujol Munoz dari Polygon Sweet Nice dengan waktu 03.47.59.Dengan adanya libur sehari, yaitu Jumat (7/6), akan digunakan oleh pebalap untuk melakukan recovery pascapenyelesaian lima etape yang hampir semuanya dinilai berat. Terbukti, hingga etape lima tinggal menyisakan 108 dari 134 pebalap yang terdaftar.
Read More …


Amir Kolahdozhagh menjuarai etape lima Tour de Singkarak (TdS) 2013 dari Sawahlunto menuju Muaro Labuh, Solok Selatan, Kamis dengan catatan waktu 03.39.56.

Antara melaporkan, Pebalap dari Tabriz Petrochemical Cycling Team (TPT) Iran ini masuk finis bersamaan dengan rekan satu timnya Ghader Mizbani Iranaghi dengan catatan waktu yang sama.

Untuk posisi tiga direbut oleh pebalap dari Polygon Sweet Nice (PSN) Irlandia, Oscar Pujo Munoz. Juara bertahan TdS ini masuk finis delapan menit lebih lambat dibandingkan dengan peringkat pertama dengan waktu 03.47.59.

Read More …


Empat etape Tour de Singkarak, empat pemenang berbeda muncul. Loh Sea Keong merebut etape yang terakhir digelar lewat pertarungan sengit dengan empat pebalap lainnya.

Menempuh jalur dari Sijunjung hingga Pulau Punjung sejauh 189,5 km, etape keempat Tour de Singkarak menjadi yang terpanjang kedua setelah etape ketiga (208 km), namun punya karakter lebih bersahabat karena tidak ada tanjakan tajam. Tampil sebagai pemenang di etape ini adalah pebalap dari tim OCBC Singapore Continental Cycling Team (TSI), Loh Sea Keong setelah mencatat waktu empat jam, 29 menit dan 44 detik, Rabu (5/6/2013).

Hasil ini membuat empat etape Tour de Singkarak memunculkan empat pebalap berbeda. Hossein Askari merebut etape pertama, dilanjutkan dengan Jacob Kauffmann yang jadi juara etape kedua dan Johan Coenen yang menjuarai etape tiga.

Read More …



Etape 4 Tour de Singkarak 2013 menempuh rute Sijunjung-Dharmasraya berjarak 189 km kema­rin (5/6), menghasilkan kejutan. Pe­balap Indonesia mulai unjuk gigi me­rebut mencatatkan posisi dua dan tiga. Posisi pertama direbut pebalap dari OCB Singapura Continental Cycling, Sea Keong Loh dengan waktu 4:29:44.

Pebalap Indonesia tergabung da­lam CCN Cycling Team, Fito Bakdo Friljani, finish di urutan kedua dengan catatan waktu 4:29:44. Disusul pebalap tim nasional Indonesia, Rasta Patria Dinawan, dalam waktu 4:29:44. 

Pada etape 3 Padangpanjang-Tanahdatar ber­jarak 206 km, Rasta Patria Dinawan hanya finish di urutan 41 dengan catatan waktu 5:32:14. Sedangkan Fito Bakdo Friljani finish di posisi 87 dengan waktu 5:41:56.

Bagi Sea Keong Loh pemenang etape 4 ini, pencapaian ini juga menjadi capaian terbaik bagi pebalap asal Malaysia itu. Pada etape 3, Sea Keong Loh hanya finish di urutan 14 dengan catatan waktu 5:29:22.

Sedangkan peraih yellow jersey (pimpinan lomba dari seluruh etape), kembali beralih ke salah satu pebalap Tabriz Petrocemichal Cycling Team, Alireza Asgharzadeh dengan total catatan waktu 15:27:15. Dia  mengungguli pebalap Differ­dange-Losch Johan Coenen dengan selisih waktu 8 detik.

Read More …


Kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2013 pada Rabu ini memasuki etape keempat dari Sijunjung menuju Pulau Punjung. TDS tinggal menyisakan 108 pebalap dari 21 tim.
Sedikitnya ada 26 pebalap yang sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan karena berbagai hal mulai dari kecelakaan hingga gagal finis. Medan yang berat juga menjadi salah satu alasan banyak pebalap tidak bisa melanjutkan kejuaraan ini.
Meski sudah berkurang jumlahnya, persaingan antar pebalap dipastikan jauh lebih seru. Apalagi, di setiap etape juaranya selalu berbeda. Hal ini menunjukkan kemampuan pebalap baik lokal maupun asing hampir merata.
Setelah menyelesaikan etape tiga yang dinilai sebagai etape terberat, semua pebalap yang ada dihadapkan dengan etape baru dengan jarak tempuh 189,5 km. Lintasan ini didominasi dengan jalan datar yang berkelok-kelok.
Read More …


Pembalap Team Differdange-Losch Luxemburg, Johan Coenen, menjuarai etape ketiga atau etape terberat Tour de Singkarak (TdS) 2013. Coenen tampil sebagai juara setelah menaklukan rute Padang Panjang-Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar, yang berjarak 208 km, Selasa (4/6/2013).

Coehen masuk finis di Istano Basa Pagaruyung di urutan terdepan dengan catatan waktu 5 jam52,29 detik. Meski mengayuh lebih dari lima jam pembalap asal Belgia ini masih mampu mengangkat tangannya saat masuk finis.

Sorakan dari ribuan penonton pada kejuaraan internasional itu terlihat mampu memberikan semangat pada pembalap dengan nomor start 81 itu. Terbukti saat masuk “paddock” masih sempat memberikan senyum pada penonton.
Read More …


Pembalap Australia, Jacob Kauffmann, mengkukuhkan dirinya sebagai yang tercepat pada etape dua Tour de Singkarak 2013. Kaufmann mencatatkan waktu tercepat pada balapan yang mengambil rute sejauh 124,5 km, dari Payakumbuh-Danau Singkarak, Senin (3/6/2013).

Kauffmann yang tampil dengan bendera Budget Forklifs ini finish di urutan terdepan setelah mencatatkan waktu tiga jam satu menit 0,5 detik. Kauffmann disusul rekan setimnya, Karl Evans, yang juga membukukan catatan waktu yang sama.

Sementara untuk posisi tiga, pembalap Trengganu Cycling Team Malaysia, Nur Amirul Fakhruddin Marzuki, dengan catatan waktu 3 jam 1menit 52 detik. Sementara itu nasib kurang beruntung dialami para pembalap Timnas Indonesia. Tim pembalap Merah-Putih hanya menempatkan satu wakilnya finish di posisi 10 besar, yakni Fatahillah Abdullah yang menempati urutan ketujuh, dengan catatan waktu 3 jam 1 menit 53 detik.

Read More …




Hossein Askari menjuarai etape pertama Tour de Singkarak 2013 dari Bukitinggi menuju tugu equator Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Minggu (2/6/2013). Pebalap Tabriz Petrochemical Cycling Team (TPT) Iran ini meraih catatan waktu 02.27.15, dan dengan juara bertahan TdS yaitu Oscal Pujol Munoz yang pada kejuaraan tahun ini memperkuat Polygon Sweet Nice (PSN) Surabaya dengan catatan waktu yang sama.

Untuk posisi ketiga direbut pebalap TPT lainnya Alireza Asgharzadeh dengan catatan waktu 02.27.26.
Sedangkan pebalap Indonesia tercepat direbut oleh Bambang Suryadi yang memperkuat Indonesia dengan catatan waktu 02.28.57.
Read More …

Nama Sumatra Barat dewasa ini makin menggema, menyusul penyelenggaraan Tour de Singkarak (TdS) 2013. Ini merupakan kegiatan yang menggabungkan unsur olahraga yang menawarkan pesona keindahan wisata alam di dearah ini.

Kegiatan TdS digelar sejak 2009, dan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima kalinya. Iven ini digelar mulai 2 hingga 9 Juni.

TdS ini menyediakan hadiah total Rp1,2 miliar bagi pebalap tercepat. Kegiatan ini diikuti para pebalap dari 26 negara yang terdiri dari 22 tim. Mereka ini akan melahap tujuh etape da melewati 17 kabupaten dan kota di Sumbar.

Read More …



Kabupaten Dharmasraya pertama kalinya dipilih sebagai tuan rumah ajang lomba balap sepeda yang dipadukan dengan wisata, Tour de Singkarak (TdS) 2013. Hal ini ternyata membuat sebagian warga cukup antusias dengan mendatangi lokasi lokasi garis akhir di Kantor Bupati Dharmasraya di Pulau Punjung.

Pada garis akhir banyak warga berjubel memadati papan-papan pembatas lintasan sepeda. Mereka pun bersorak setelah para pesepeda melintas garis finis. Tak sampai di situ, bahkan warga memadati pelataran kantor bupati. Tak jarang beberapa dari mereka berkerubung diantara para pembalap dan mengajak berfoto.

Salah satunya Lina, yang sengaja datang untuk melihat prosesi pemberian hadiah kepada para pemenang. "Iya sengaja datang ke sini. Tahunya dari orang-orang. Katanya ada kereta (sepeda) balap," katanya,
Lina yang datang bersama suaminya dan kedua anaknya dari wilayah Tambulun, mengaku sangat antusias mendatangi kantor bupati sebagai tempat penyerahan hadiah kepada pembalap. Meski mereka datang tidak dari awal acara. "Tadi sempat ketinggalan juga. Pas sampai sini sudah mau habis acaranya," ujar Lina.
Read More …












Ajang balap sepeda menjelajahi panorama keindahan alam Sumatera Barat, Tour de Singkarak (TdS) 2013 menyedot perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan untuk datang menyaksikan kecepatan gowes para pebalap yang sebagian besar berasal dari mancanegara. Hal ini pun menjadikan titik-titik tertentu dari etape yang dilewati dibanjiri pengunjung. Termasuk titik start dan titik finish.

Pada daerah tersebut ternyata banyak pengunjung yang datang tak hanya melihat hasil perlombaan tetapi juga mencari buah tangan. Hal ini dipandang sebagai peluang bagi sekelompok mahasiswa Universitas Indonesia yang datang langsung dari Depok untuk menjual oleh-oleh di titik finish setiap etape TdS.

"Kita ingin membuktikan mahasiswa tak hanya demo-demo saja," ujar Adit, salah satu mahasiswa yang juga penjaga stan cenderamata di lokasi finish etape empat TdS Sijunjung-Pulau Punjung, di Pulau Punjung,

Adit mengatakan mereka membawa seluruh cenderamata yang mereka jual pada event tersebut langsung dari Jakarta. "Iya bawa semua barangnya dari Jakarta, ada stiker, tas, kaos polo, gantungan kunci, topi," tambah Adit.

Semua barang-barang cenderamata yang mereka bawa bertuliskan Tour de Singkarak dengan berbagai desain. Adit dengan beberapa orang temannya mengikuti setiap etape yang digelar TdS, sebanyak 7 etape.

"Ya kita ikutin semuanya di tempat-tempat finish. Keuntungan lumayan banyak yang membeli setiap harinya. Apalagi pas hari pertama itu ya di Ekuator Imam Bonjol itu banyak banget. Padahal itu kan di pelosok. Mungkin karena etape pertama jadi masih euforia," katanya.

Sumber : Kompas.co.id
Read More …



Dalam ajang balap sepeda yang digabungkan dengan pariwisata, Tour de Singkarak (TdS) 2013, Kabupaten Dharmasraya untuk pertama kalinya dijadikan lokasi finish, yaitu pada etape empat yang dimulai dari Kabupaten Sijunjung.

Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan mengungkapkan, begitu Kabupaten Dharmasraya terpilih menjadi salah satu lokasi finish dalam etape TdS 2013, dia bersama jajarannya langsung berbagi tugas dengan para muspida untuk menyambut acara ini.
Read More …















Agenda balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) sejak 2009 terbukti mampu mendongkrak sektor pariwisata Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
"Ini terlihat dari tingkat pertumbuhan kunjungan wisman yang langsung datang melalui bandara Minangkabau yang terbukti lebih tinggi dibanding pertumbuhan nasional," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, dalam jumpa pers setelah Rapat Koordinasi TdS 2013 di Jakarta, Kamis.
Read More …

Sejak diadakannya Tour de Singkarak dan di ikuti oleh peserta yang berasal dari bermacam-macam negara, Sumatera Barat menjadi terkenal di kanca Internasional terbukti berkat adanya perlombaan ini meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat. Bahkan pada tahun 2011 naik hingga 13,2% atau di atas kenaikan pariwisata nasional 8,9%.Pada tahun 2010, wisatawan yang menginap di hotel berbintang di Sumatera Barat sebanyak 332.515 orang, dan tahun 2011 meningkat menjadi 413.180 orang atau naik sekitar 24,3%.

Read More …

Selain limpahan objek wisata alam, Sumatera Barat juga memiliki banyak corak seni yang akan membuat Anda terkesima. Salah satunya adalah seni tari daerah yang diberi nama Tari Piring. Beberapa tahun terakhir, pemerintah Sumatera Barat menobatkan Tari Piring menjadi salah satu aset untuk menarik perhatian wisatawan.

Read More …


Potensi pantai di Sumatera Barat memang tidak pernah surut untuk membangkitkan hasrat wisata kita. Salah satu penyebabnya barangkali adalah semakin banyaknya modernisasi di berbagai penjuru, sehingga wisata pantai menjadi objek alami yang menyenangkan. Kali ini kita akan mengupas sebuah pantai indah yang terdapat di Padang Sumatera Barat, yaitu Pantai Caroline.

Read More …

Saya pertama kali mendengar nama Siti Nurbaya waktu masih di bangku SMP. Materi pelajaran bahasa Indonesia saat itu menceritakan  fragmen novel Siti Nurbaya. Novelnya sendiri baru saya baca saat SMA. Sebuah tugas dari guru Bahasa dan Satra Indonesia mengharuskan saya memilih salah satu novel lama untuk dibuat resensi. Saya memilih novel Sitti Nurbaya, Kasih Tak Sampai karya Marah Rusli.

Read More …


Terletak di pusat kota Pariaman. Pantai ini memiliki pasir putih dan landai, serta ombak Tidak terlalu besar sehingga cocok untuk berenang dan bermain ombak. Sepanjang pantainya di tumbuhi pohon cemara pantai sehingga terkesan sejuk dan asri. Pantai ini selalu ramai terutama pada waktu perta tabuik dan waktu lebaran.

Disini juga tersedia Nasi Sek (Sebungkus Kenyang, nasi ini dibungkus dengan daun pisang), khas Pariaman yang menyajikan hidangan ikan laut yang diolah dengan cita rasa khas Pariaman. Disamping itu pengunjung bisa menikmati aneka gorengan hasil laut seperti udang, kepiting, sala bulek dan tak ketinggalan sate pariaman yang gurih sembari menikmati terbenamnya matahari di ufuk barat. Tepat didepan pantai terdapat pulau Kasiak, Pulau Pandan,dan Pulau Angso Duo. Pada saat-saat tertentu, pengunjung dapat mengunjungi pulau tersebut dengan menggunakan perahu bercadik dari nelayan setempat.

Read More …


Kota kecil Painan selain memiliki objek wisata pantai carocok dan bukit langkisau juga memiliki sebuah air terjun yang indah yaitu air terjun Timbulun. Air Terjun Timbulun ini terletak di kampung Painan Timur,Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan,jaraknya kira-kira 3 km dari pusat kota Painan.

Read More …

Di Minangkabau rumah tempat tinggal, dikenal dengan sebutan rumah gadang (besar). Besar bukan hanya dalam pengertian fisik tetapi lebih dari itu, yaitu dalam pengertian fungsi dan peranannya yang berkaitan dengan adatnya. Bila diperhatikan rumah tempat kediaman bagi suatu daerah erat sekali hubungannya dengan faktor alam dan adat atau lingkungan rumah itu didirikan. Daerah yang berawa-rawa, banyak sungai, ada gangguan binatang buas dll kecenderungan rumah didirikan dengan tiang yang tinggi dan besar. Dengan bertiang tinggi dan rumah panggung bisa terhindar dari segala macam bahaya seperti bencana alam dan gangguan lainnya.

Read More …

Selain Museum Kereta Api Ambarawa di Jawa Tengah, Indonesia memiliki museum kereta api lagi yaitu Museum Kereta Api Sawahlunto, Propinsi Sumatera Barat, tepatnya di Jl. Kampung Teleng, Desa Pasar, Kecamatan Lembah Segar. Dahulu museum ini adalah stasiun kereta api yang dibangun pada tahun 1918 pada masa kolonial Belanda. 

Akhirnya pada tanggal 17 Desember 2005, stasiun ini dialih fungsikan menjadi museum dan diresmikan oleh wakil Presiden saat itu Jusuf Kalla.

 
                   Lokomotif  Mak Itam

Kota Sawahlunto sendiri terkenal akan tambang batubaranya, sehingga Belanda bersedia menanamkan modal untuk mengeruk hasil bumi ini dengan membangun pemukiman dan fasilitas pertambangan lainnya, salah satunya jalur kereta api Sawahlunto - Emma Haven (Teluk Bayur). 

                  Pintu Masuk Museum

Jalur kereta api Sawahlunto - Teluk Bayur memiliki panjang 151,5 kilometer dengan 5 tempat pemberhentian, yaitu di Solok, Batubata, Padang Panjang, Kayu Tanam, dan terakhir di Teluk Bayur. Dibutuhkan waktu kurang lebih 10 jam untuk mengangkut batubara dari Sawahlunto ke Teluk Bayur, karena jalannya yang menanjak dan berkelok-kelok.

                   Koleksi Museum

Kembali ke museum lagi. Museum Kereta Api Sawahlunto ini memiliki koleksi sebanyak 106 buah. Antara lain, gerbong, lokomotif uap, alat-alat komunikasi, brankas, timbangan, lonceng penjaga, dan lain-lain. Kondisi bangunan museum ini tidak diubah, dengan tiang-tiang dan peron yang cukup luas, serta desain museum yang sangat kental akan zaman kolonial Belanda.

Koleksi yang paling terkenal adalah Kereta Api Batubara yang diberi nama Mak Itam. Lokomotif dengan bahan bakar berupa batubara ini produk dari Jerman tahun 1965, dan sampai sekarang masih bisa beroperasi sebagai kereta wisata untuk melayani pengunjung museum. 

             Gerbong Mak Itam

Dengan membayar Rp 15.000/orang, pengunjung bisa menikmati perjalanan di atas kereta api tua ini sambil menikmati pemandangan pesawahan, perbukitan hijau dan menembus terowongan sepanjang hampir 1 kilometer. Pengalaman yang mengasyikkan bukan!.

Meskipun kereta tua, Mak Itam memiliki fasilitas yang tak kalah dibanding kereta saat ini, kereta ini sudah dilengkapi dengan AC serta kursi dan meja yang nyaman. Sayangnya Mak Itam hanya beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu saja. Namun bila ingin menyewa secara rombongan bisa juga di hari lainnya tapi biayanya agak besar yaitu Rp 3,5 juta.

Untuk masuk ke museum kereta api sendiri, pengunjung hanya dikenakan biaya Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak. Museum ini buka tiap hari Selasa - Minggu pada jam 07.30 - 16.00 WIB, pada hari Senin, museum ini tutup.

Sumber : http://balibackpacker.blogspot.com
Read More …

Lubuk Kuali yang Menakjubkan


Gerusan Air Sungai pada Sebuah Batu

Beberapa tahun terakhir, citra Sawahlunto sebagai kota arang, bergeser dengan mulai dikenalnya Sawahlunto sebagai kota pariwisata. Sejak dicanangkannya Sawahlunto sebagai Kota Tambang Berbudaya oleh pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bapak Walikota Amran Nur, geliat wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto makin bertambah dari tahun ke tahun. Wisata sejarah dengan gedung-gedung peninggalan Belanda, museum gudang ransum maupun wisata buatan seperti Waterboom ataupun Taman Satwa Kandi adalah sebagian dari objek wisata yang telah dibenahi dan mulai dikenal di Indonesia, khususnya Sumatera Barat.

Pada kenyataannya, Sawahlunto bukan hanya memiliki gedung-gedung peninggalan Belanda ataupun objek wisata buatan, seperti Waterboom dan objek wisata danau Kandi. Keindahan alam di beberapa daerah berpotensi besar untuk dikembangkan dan menjadi daya pikat pariwisata Sawahlunto, jika digarap serius. Bukan tidak mungkin, pengembangan objek-objek alam di  Sawahlunto bisa menjadikan Sawahlunto sebagai salah satu Kota Destinasi Utama Pariwisata Indonesia.

Sayangnya, objek-objek yang ada belum sepenuhnya dikelola dengan baik, beberapa diantaranya bahkan belum tersentuh kemajuan teknologi sama sekali.  Air Terjun Sungai Bikan di Desa Wisata Rantih, adalah salah satu objek wisata yang belum maksimal dikembangkan. Memang diperlukan kerja yang lebih keras dan dana yang tidak sedikit dalam pembenahan dan pengelolaan untuk membuat lebih baik demi mewujudkan misi Desa Rantih sebagai Desa Wisata.

Begitupun dengan objek Lubuk Kuali yang minggu lalu sempat saya sambangi bersama rekan-rekan kerja di Taman Satwa Kandi, terlihat sama sekali belum tersentuh oleh kemajuan.  Perjalanan kami untuk melihat Lubuk Kuali cukup sulit karena beberapa kali harus menaklukan medan yang menantang. Meskipun dipandu oleh seorang teman (Kasmeri) yang pernah lebih dari satu kali berkunjung ke objek tersebut, toh rute yang ditempuh tetaplah tidak mudah. Jalur yang dipandu oleh Kasmeri hanya mengandalkan "feeeling" karena rentang waktu saat ini dengan saat dia mengunjungi objek Lubuk Kuali untuk terakhir kalinya sudah relatif lama.

Melalui jalan setapak yang notabene adalah akses menuju hutan lebat di mana objek Lubuk Kuali berada. Beberapa kali nyaris tergelincir saat berpijak pada batu-batu licin berlumut yang ditemukan sepanjang perjalanan. Jalan mendaki ataupun menurun yang dipenuhi oleh semak belukar; kami juga harus menyingkirkan atau membabat sedikit ranting kayu atau pohon yang menghalangi jalan. Menyusuri sungai yang cukup panjang. Bahkan, saat menuju arah pulang sempat melewati rute yang agak ekstrem, yaitu mendaki lereng bukit yang mempunyai kemiringan sangat tajam.

Walaupun demikian, menemukan sensasi berbeda merupakan kenikmatan, kala kulit merasakan kecipak air sungai yang sejuk. Menjumpai pemandangan langka, seperti pohon dengan batang cukup besar (melebihi lingkar kedua tangan orang dewasa) dengan warna kemerahan; batu berlubang oleh hantaman air sekian lama, dan kami juga menemukan sebuah lubuk berbatu cekung, dimana bentuk cekungannya berlapis-lapis sehingga menyerupai kambium pada kayu. Sepertinya batu ini terbentuk karena gerusan pusaran air yang sangat kencang ketika sungai meluap.

Detik berlalu, menit terlewat, kurang lebih 2 jam perjalanan sampailah kami pada sebuah lubuk dengan air terjun yang tidak besar. Tidak sampai disitu, kami jadi penasaran setelah diberi penjelasan dari pemandu, bahwa air terjun di Lubuk Kuali tersebut bertingkat. Tanpa pikir panjang, seluruh rombongan memutuskan untuk memanjat pinggiran tebing guna melihat sumber air terjun yang dimaksud.

Luar biasa ... pemandangan menakjubkan terhampar di depan mata. Bukan sekedar gambar bercat dalam pigura, tapi gambar nyata yang dilukis oleh Sang Pencipta. Terbayar sudah cucuran keringat dan tapak demi tapak penuh tantangan yang telah kami lalui.

Di balik air terjun pertama, terdapat air terjun yang lebih tinggi dengan lubuk sendiri. Aliran air jernih dari ketinggian sangat serasi berbaur dengan tebing-tebing cadas yang menjulang tinggi di sekelilingnya. Saat ingin mengabadikan pesona Lubuk Kuali, kamera saku abal-abal yang saya bawa tidak mau diajak kompromi, masalahnya Low Bat  .

Akhirnya, berenang sampai puas sebelum memutuskan pulang. Kami menempuh rute yang tidak sama ketika pulang, yaitu mengikuti arah aliran sungai. Lagi-lagi saya harus menyesal karena tidak bisa membidik pemandangan eksotis lainnya.

Pada perjalanan pulang, di tempat yang berbeda dari sebelumnya dijumpai air terjun yang tak kalah menarik. Uniknya, air meleleh di antara tingginya tebing yang menjulang. Pada air terjun kebanyakan, aliran airnya tumpah dari puncak, kemudian jatuh meluncur lurus hingga dasar. Namun, air terjun yang saya tidak tahu namanya tersebut, aliran airnya  merayap deras, mengarah ke samping mengikuti alur tebing batu yang melatarinya. Persis di tengah terjunnya, air berbelok arah, karena terhalang oleh tebing yang menonjol. Hantaman air yang terus menerus, menjadikan tonjolan tersebut berlubang pas di tempat beradunya air dengan batu bersangkutan. Yang menarik terbentuknya lubang pada tonjolan batu tersebut, digenangi oleh air layaknya sebuah kolam. Setelah terhalang oleh tonjolan batu, aliran terjunnya jatuh agak lurus hingga dasar.  Wah, sayangnya saya hanya bisa bercerita tanpa bisa mengupload gambarnya ...

Sumber : http://www.wisatakandi.com/
Read More …



SEJAK peresmiannya oleh Menkominfo, Tifatul Sembiring, pada tanggal 27 Januari 2013 lalu, saya menyimpan keinginan untuk pulang ke kampung halaman suami barang sejenak, demi ingin menikmati destinasi wisata baru di Ngarai Sianok.

Ini perkembangan dunia pariwisata Bukittinggi yang membanggakan, mengingat selama ini wisatawan yang ke Bukittinggi “hanya” ditawarkan pemandangan Jam Gadang, belanja di Pasar Ateh, memandang panorama Ngarai Sianok, merasakan hawa dingin dan kelamnya Lobang Jepang, bertamasya bersama para satwa di Kebun Binatang, menikmati Bukittinggi dari ketinggian dari atas jembatan Limpapeh, atau jalan-jalan ke Benteng Fort de Kock. Sekali ini, wisatawan akan diajak untuk berolahraga kaki diJanjang Kotogadang.

Read More …

Ngarai Sianok merupakan lembah curam yang berada di tengah Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat. Lembah yang panjang dan berkelok-kelok ini terletak di selatan Ngarai Koto Gadang sampai Ngarai Sianok Enam Suku, dan berhenti di Palupuh.
Read More …

Pantai Padang Taplau berada di pusat kota Padang. Ke Padang, ibu kota Provinsi Sumatera Barat, dari luar Pulau Sumatera, bisa melalui pesawat menuju Bandara Internasional Minangkabau. Pantai Padang Taplau memang biasa dipadati masyarakat setempat maupun para pelancong yang kebetulan berwisata atau dalam rangka urusan bisnis di Padang. Pantai Padang Taplau menjadi temapat terbaik untuk menhilangkan penat. Di Pantai Padang Taplau kita dapat mengamati matahari yang perlahan-lahan turun. Lalu mulai menyentuh cakrawala dan menebar sinar terakhir. Kemudian, tanpa disadari, hari mulai gelap.

Pantai Padang Taplau memiliki garis pantai yang panjang. Di salah satu sisi, latar belakang laut dilengkapi dengan sebuah bukit yang disebut sebagai Gunung Padang. Pantai Padang Taplau juga memiliki beberapa warung tenda berdiri berjejer di tepi pantai, terutama pantai di depan Taman Budaya. Anda bisa menikmati minuman dingin berupa minuman bersoda dan kelapa muda. Sebagai teman minum, bisa beli kacang rebus ataupun telur rebus. Makan rujak khas Padang seru juga dinikmati di sore hari. Coba juga pisang bakar yang biasa dijual di Pantai Padang Taplau ini.


Di salah satu sisi Pantai Padang Taplau terdapat area bermain untuk anak-anak. Anda bisa mengajak si kecil untuk mencoba berbagai wahana permainan. Pun, naik mobil berbentuk kereta untuk menelusuri Pantai Padang Taplau. Sayangnya, Pantai Padang Taplau tak berpasir. Kalaupun ada, hanya tersisa sedikit di beberapa bagian. Pantai Padang Taplau ini telah mengalami abrasi menahun. Tembok batu menjadi pemisah antara laut dengan tepi jalan, sekalligus berfungsi sebagai pemecah ombak. Batu-batu karang dengan ukuran besar terdapat di sekitar bibir Pantai Padang Taplau.
Read More …


Jika anda jalan-jalan ke kota Padang, Sumatera Barat, sebaiknya jangan lupa mampir ke pantai Nirwana, sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota Padang ke Arah Bungus. Dahulu, pantai ini juga dikenal dengan sebutan Karang Tirta. Pantai ini sangat nyaman dan masih alami, hamparan rumput dan pohon-poohon kelapa yang hijau, suasananya sangat segar dengan pemandangan kapal-kapal dan pulau-pulau kecil di arah laut membuat pantai ini tak kalah pentingnya untuk dikunjungi.


Sebelum mampir di pantai Nirwana, pada beberapa titik kami berhenti untuk melihat pemandangan laut dari atas tebing, dan mengambil beberapa buah foto dari sana. Di tepian jalan di sebuah titik pemberhentian menuju Pantai Nirwana Padang, tampak kawanan monyet berlalu lalang di atas batuan cadas dan dahan-dahan pepohonan. Mereka sepertinya telah terbiasa mendapatkan upeti dari para pejalan yang lewat di daerah kekuasaannya.

Pantai Nirwana ini di kelilingi oleh jurang-jurang yang ditumbuhi pohon-pohon dan air laut yang tenang, ketika hari mulai sore, kita juga dapat menyaksikan sunset, jika cuaca sedang bagus, kita akan mendapatkan sebuah pemandangan matahari terbenam yang sangat cantik dengan warna orange kemerah-merahan.
Sesampai di lokasi, kami segera membeli tiket masuk yang bertarif Rp. 5.000 untuk dewasa dan Rp. 2.500,- untuk anak-anak. Wow, banyak sekali perahu nelayan yang berada di dekat bibir pantai itu. Ketika masuk saya melihat  pemandangan seperti gambar di atas.

Ya, pantai ini tampak sangat tenang sekali. Saya tidak seperti berada di pantai melainkan seolah sedang berada di danau. Ombak yang berkejaran tidak sampai ke bibir pantai ini, mereka memecahkan diri di tengah lautan  sehingga buih putih tampak bak kumpulan busa deterjen.
Sembari menunggu sunset datang, kita dapat  menikmati pemandagan yang ada dengan bersantai di pondok-pondok kayu sepanjang bibir pantai yang telah disediakan oleh penduduk setempat dengan membayar sebesar Rp 20.000 sambil menikmati segarnya air kelapa muda. (http://andalastour.com)
Read More …



Pantai Air Manis berkaitan erat dengan legenda Malin Kundang di Sumatera Barat. Malin Kundang adalah
karakter dalam dongeng yang berubah menjadi batu, bersama-sama dengan kapalnya, setelah durhaka kepada ibunya. Di tepi pantai, terdapat batu Malin Kundang dan beberapa perlengkapan kapalnya, yang juga berubah menjadi batu. Berdasarkan cerita, Malin Kundang dikutuk oleh ibunya karena menolak untuk mengakui ibunya setelah bepergian ke daerah lain dan menjadi kaya.
















Pantai Air Manis adalah tempat wisata favorit bagi wisatawan lokal dan asing karena memiliki gelombang yang rendah dan pemandangan indah Gunung Padang. Ada juga sebuah pulau kecil bernama Pisang Kecil. Dari pagi hingga sore, Anda bisa berjalan kaki ke pulau yang memiliki luas satu hektar ini melalui air dangkal. Di sore hari, air pasang mulai naik dan Anda harus menggunakan perahu untuk kembali. Di sebelah kanannya, ada pulau lain yang disebut Pisang Besar. Penduduk lokal di pulau ini sebagian besar petani dan nelayan.

















Di tepi pantai Air Manis, ada kios yang menjual berbagai suvenir, seperti kaos, pakaian, tas dan kerajinan lainnya. Beberapa kios ada yang menjual kerajinan yang terbuat dari batu karang dengan harga mulai dari Rp5,000 sampai Rp50,000.

Transportasi
Pantai Air Manis terletak 15 km dari pusat kota Padang. Dari bandara internasional Minangkabau, pengunjung bisa pergi ke Air Manis dengan melalui kota Padang. Jika Anda ingin menggunakan transportasi umum, pertama Anda harus pergi ke Plaza Sentral Pasar Raya dari pintu keluar bandara di Simpang Ketaping. Dari pusat kota, Anda dapat mengambil angkutan umum dengan trayek Padang-Bungus.













Kegiatan
Selain bermain di air dan berenang, pengunjung bisa menyewa perahu motor untuk mengunjungi pulau Pisang Kecil dan Pisang Besar, kepulauan yang terletak sekitar 500 meter dari pantai. Di Pulau Pisang Kecil, pengunjung bisa duduk di bawah gazebo dan menikmati pemandangan laut dan pantai. Jika Anda ingin bermalam di pulau Pisang Besar, Anda bisa tinggal di rumah penduduk setempat atau tenda Anda sendiri
Jika Anda mengunjungi Pulau Sikuai, Anda dapat mencoba olahraga air seperti berselancar dan menyelam. Pulau ini terkenal dengan pasir putihnya yang menawan.


Read More …

Danau Singkarak
Danau Singkarak adalah adalah Danau Terluas di Sumatera Barat, dan terluas kedua di Pulau Sumatera, setelah Danau Toba. Danau ini mempunyai luas lebih kurang 107.8 km. Kita bisa bersantai sejenak di pinggiran danau dengan pemandangan yang menakjubkan, Latar Belakang bukit barisan di sepanjang pinggiran danau semakin menambah keindahan danau. Udara yang terasa segar dan angin yang terasa sejuk menyapa begitu kita berhenti di pinggiran Danau singkarak ini.

Read More …